Ikatan Ion
IKATAN ION
Presentasi Kelompok 1 Ikatan Ion
Pengertian Ikatan Ion
Ikatan ion atau ikatan elektrovalen adalah interaksi antara unsur yang mudah melepaskan elektron dan unsur yang sulit melepaskan elektron. Unsur yang mudah dilepaskan adalah unsur logam dan unsur yang sulit dilepaskan adalah unsur nonlogam. Artinya, unsur logam terbentuk akibat adanya gaya tarik menarik atau gaya elektrostatik antara unsur logam yang melepaskan elektron kemudian berubah menjadi ion positif dan unsur nonlogam yang menerima atau menangkap elektron kemudian berubah menjadi ion negatif.
Pembentukan ion adalah proses sebuah atom mendapatkan atau melepas elektron. Hal ini terjadi untuk membentuk konfigurasi elektron yang lebih stabil. Molekul dan atom yang melepas elektron menjadi bermuatan positif dan dikenal dengan nama kation. Sedangkan molekul dan atom yang mendapatkan elektron menjadi bermuatan negatif dan disebut dengan anion. Ion-ion yang telah berikatan akibat pertukaran elektron ini akan memiliki kemampuan untuk menghantarkan listrik.
- Terbentuk melalui proses serah terima elektron dari unsur logam dan nonlogam.
- Unsur logam akan mencapai kestabilan melalui aturan duplet, sedangkan unsur nonlogam akan mencapai kestabilan seperti gas mulia, yaitu melalui aturan oktet. Kecendrungan atom-atom untukmemiliki konfigursu elektron seperti gas mulia 8 elektron valensi itu adalah kaidah oktet, sedangkan atom-atom yang memeliki kecendrungan untuk memiliki konfigurasi elektron seperti gas helium dengan 2 elektron valensi itu adalah kaidah duplet.
- Proses serah terima elektron melibatkan gaya elektrostatik (gaya yang timbul pada dua benda yang memiliki muatan listrik statis, jika muatannya sejenis maka akan saling tolak menolak, sedangkan jika muatannya berlawanan jenis maka akan saling tarin menarik).
- Terjadi antarunsur yang berbeda keelektronegatifan.
- Pada bentuk padatnya, ion positif dan negatif akansaling mengelilingi
- Ikatan ion terbentuk antara ion logam (ion positif) dan ion nonlogam (ion negatif).
- Penamaan ikatan ionik sederhana dimulai dari nama logam, kemudian diikuti nama nonlogam penyusunnya. Contohnya seperti, Natrim Klorida (NaCl) karena natrium adalah nama logam dan klorida ada nama nonlogam.
- Ikatan ionik mudah larut dalam air dan pelarut polar lainnya karena di dalam air senyawa ionik dapat terionisasi membentuk ion positif dan ion negatif, air bersifat polar sehingga dapat menarik ion positif dan negatif yang dimiliki oleh senyaa ionik tersebut.
- Senyawa ionik mudah sekali menghantarkan listrik jika dalam larutan. Dalam bentuk padat atom-atom senyawa ionik tersusun dalam susunan yang rapat sehingga ion-ionnya tidak dapat bergerak bebas, hal tersebut menyebabkan padatan senyawaion tidak dapat menghantarkan arus listrik. Berbeda hal jika senyawa ionik dalam bentuk lelehan ataupun larutan, ion-ionnya dapat bergerak bebas sehingga dapat menghantarkan arus listrik.
- Senyawa ionik cenderung membentuk kristal solid dengan titik leleh yang tinggi.
- Kekuatan daya tarik menarik akan semakin berkurang bila jarak antar ion makin jauh, dan pengurangan tersebut berbanding terbalik dengan jaraknya.
- Makromolekul dalam sistem biologis yang berfungsi sebagai komponen reseptor mengandung gugus protein dan asam nukleat yang bervariasi, mempunyai gugus kation dan dnion potensial tetapi hanya beberapa saja yang dapat terionisasi pada pH fisiologis.
- Gugus kation protein berupa gugus amino yang terdapat pada asam-asam amino seperti lisin, glutamin, asparin, arginin, glisin dan histidin.
- NaCl di dalam dunia kesehatan digunakan sebagai infus, pembersih luka, cairan irigasi hidung, pengencer dahak, atau obat kumur untuk menjega kebersihan mulut. Cairan NaCl digunakan untukmengembalikan keseimbangan elektrolit pada dehidrasi.
- KBr di dalam dunia kesehatan digunakan sebagai antikolvusan halida yang digunakan dalam kedokteran hewan untuk pengobatan epilepsi. Cara kerjanya adalah mencegah timbulnya letupan depolarisasi eksesif pada neuron dan fokus epilepsi serta mencegah terjadinya letupan depolarisasi pada neuron normal akibat pengaruh dari fokus epilepsi.
- Amonium Klorida, sebagai kendungan dalam obat batuk dan pilek. Cara kerjanya meningkatkan pengeluaran elektrolit dan air keluar tubuh. Selama bertindak sebagai ekspektoran, amonium klorida dapat membantu mengeluarkan dahak melalui batuk sehingga dapat melegakan saluran nafas.
Komentar
Posting Komentar